
Dutakhabarterkini.co.id// gunung - pane - Sergai - Sumut
Desa gunung pane kecamatan Sipispis kabupaten Serdang Bedagai propinsi Sumatera Utara. Hari ini Selasa ,17/12/2026 ,gelar wisuda di lapangan kantor kepala desa gunung pane dengan jumlah peserta 35 orang ibu ,ibu lansia dengan usia rata,rata 80 - 60 tahun telah menyelesaikan pendidikan di tahap standart I (S1).
Apresiasi untuk kepala desa Jul ahmad lubis yang telah memprakarsai berdirinya sekolah untuk ibu,ibu lansia dan telah membuktikan hasil yang positif bagi para peserta terkhusus bagi warga yang kurang baca tulis
Dalam acara gelar wisuda hadir
1.Bapak Delvin Barus ST. anggota dewan propinsi fraksi PDI .perjuangan.
2. bapak menejer PTPN IV regional 1 kebun gunung pamela.
3.bapak camat .Erbin Damanik.
4. bapak Ancah selaku ketua BKKBN propinsi.
5.DANRAMIL. kecamatan Sipispis dan tidak ketinggalan Ibu ULVA sebagai pendidik hadir di acara tersebut luar biasa antusias warga desa gunung pane beramai,ramai untuk hadir.

di moment acara itu anggota dewan tingkat provinsi fraksi PDI.P- bapak Delvin Barus ST memberikan kata sambutan beliau menyampaikan," hargai dan hormati berikanlah beliau beliau para lansia dengan rasa kasih sayang anggap mereka seperti ibu kita sendri " ungkap nya .
rasa haru sosok Delvin Barus yang sudah mumpuni dikancah politik.
sebagai anggota dewan rasa empati melekat di hatinya hingga saat menyampaikan kata sambutan meneteskan air mata.
acara di lanjutkan dengan pembagian sertificate dan cendera mata bagi para ibu,ibu lansia peserta wisuda seiring selesai pemberian sertificate,untuk menambah rasa gembiranya dari ibu,ibu lansia mengadakan tarian totor semua yang hadir ikut serta menortor menambah semangat serta riangnya suasana.


Tidak ketinggalan bapak Erbin Damanik selaku camat sipispis sempat juga memberikan bantuan sembako berupa beras (5) kg, per,orang bagi warga yang hadir,di penghujung acara pencucian kaki orang tua bagi anak,anaknya yang hadir,
bentuk bakti dan kasih sayang anak terhadap orang tuanya,termasuk Delvin Barus ST ikut melakukan pencucian kaki ibu mahani Saragi yang paling tertua diantara seluruh peserta wisuda membuat Isak tangis tak terbendung lagi.
.jpg)

