Duta Khabar Terkini

‎Asap Limbah Diduga Cemari Lingkungan, Warga Pematang Asilum Desak Penindakan Tegas terhadap PKS CV Rapi Tehnik


Dutakhabarterkini.co.id//SIMALUNGUN – 

Aktivitas sebuah pabrik kelapa sawit (PKS) milik CV Rapi Tehnik di Jalan Asahan, Pematang Asilum Km 18,5, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan warga. Sabtu (14/3/2026), asap dari limbah pabrik tersebut terlihat terus mengepul dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar.

‎Sejumlah warga yang tinggal di Huta 3 Pematang Asilum mengaku resah dengan keberadaan pabrik yang disebut telah lama beroperasi di tengah permukiman penduduk. Mereka menilai aktivitas pengolahan limbah pabrik tersebut berpotensi mencemari udara dan aliran sungai yang digunakan masyarakat.

‎Salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial EE mengatakan, keberadaan pabrik tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, meskipun pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat disebut pernah melakukan inspeksi atau sidak, aktivitas pabrik masih terus berjalan seperti biasa.

‎“Pabrik ini sudah berdiri dan beroperasi sangat lama di tengah pemukiman masyarakat. Walaupun pemerintah, khususnya dari dinas lingkungan hidup, sudah beberapa kali datang melakukan sidak, namun operasionalnya tetap berjalan dan limbahnya masih berdampak pada lingkungan,” ujar EE.

‎Ia juga menyebutkan, masyarakat khawatir dampak limbah tidak hanya dirasakan melalui polusi udara, tetapi juga terhadap kualitas air sungai di sekitar lokasi pabrik. Menurutnya, aliran sungai yang diduga tercemar limbah pabrik telah merugikan warga, khususnya para peternak ikan.

‎“Air sungai yang mengalir di sekitar lokasi diduga ikut tercemar limbah, sehingga merugikan para peternak ikan di daerah ini,” tambahnya.

‎Selain itu, warga menyoroti jarak keberadaan pabrik yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman. Mereka berharap pemerintah daerah dapat meninjau kembali aspek perizinan dan dampak lingkungan dari operasional pabrik tersebut.

‎“Setahu kami, jarak aman industri seperti ini seharusnya cukup jauh dari permukiman warga untuk menghindari polusi asap maupun limbah. Karena itu masyarakat berharap ada tindakan tegas dari pemerintah,” tegas EE.

‎Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui instansi terkait dapat melakukan evaluasi dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan lingkungan hidup.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen CV Rapi Tehnik maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.( M.w )



RED - DKT - AKPERSI




SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR