

Dutakhabarterkini.co.id// -INDRAMAYU – Suasana pusat pelayanan masyarakat di Desa Gelar Mendala, Kecamatan Balongan, mendadak jadi sorotan tajam awak media.
Bukannya kesibukan melayani warga, kantor tersebut justru tampak lengang dan kehilangan marwah sebagai institusi publik yang seharusnya sigap melayani.
Pantauan langsung di lokasi pada pukul 11.30 WIB,Kamis(22/1/2026),menunjukkan potret kedisiplinan perangkat desa yang berada di titik nadir dan sangat memprihatinkan.
Di dalam ruangan, seorang oknum staf berinisial W tampak asyik merokok dengan posisi kaki terangkat ke atas bangku layaknya di warung kopi.
Sikap yang dianggap nir-etika ini diduga kuat terjadi lantaran sosok Kuwu(Kepala Desa)tidak berada di lokasi karena alasan sedang menghadiri takziah warga.
Ketiadaan pimpinan seolah menjadi pembenaran bagi oknum staf untuk bertindak semaunya tanpa mempedulikan kenyamanan tamu ataupun warga yang datang berkunjung.
Kejanggalan semakin mencolok saat ditemukan laporan adanya staf desa yang justru kedapatan sedang asyik tidur di dalam ruangan kantor saat jam kerja.
Fasilitas negara yang dibiayai oleh pajak rakyat ini beralih fungsi menjadi ruang istirahat pribadi tanpa ada rasa sungkan dari para oknum tersebut.
Kondisi ini menciptakan kesan bahwa roda pemerintahan desa sedang "mati suri" di tengah jam operasional yang seharusnya berlangsung sangat produktif.
Sistem keamanan kantor pun dipertanyakan karena tamu asing bebas keluar masuk ruangan pejabat desa tanpa ada pengawasan ataupun izin dari petugas.
Awak media menyaksikan sendiri tiga orang warga membuka ruangan Kaur Tata Usaha secara mandiri sementara staf lainnya hanya diam berpura-pura tidak tahu.
Kelalaian kolektif ini dikhawatirkan dapat membahayakan dokumen-dokumen penting negara yang tersimpan di dalam ruangan-ruangan teknis desa yang tanpa penjagaan tersebut.
Publik kini menanti tindakan tegas dari otoritas terkait, baik dari tingkat Kecamatan Balongan maupun Inspektorat Kabupaten Indramayu untuk melakukan pembenahan.
Profesionalisme perangkat desa harus dipulihkan agar kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi di tingkat desa tidak semakin merosot akibat ulah segelintir oknum.
Kejadian di Desa Gelar Mendala ini menjadi catatan merah bagi tata kelola pemerintahan desa di wilayah hukum Indramayu yang seharusnya menjadi pelayan rakyat.(Reza)
RED - DKT - AKPERSI
.jpg)



